Sistem Kerja CVT

by - 6:10 PM

 

CVT atau Continous Variable Transmission adalah sistem pengatur rasio pada kendaraan matic. Pada kendaraan matic terdapat CVT yang menjadi penggerak motor tersebut. Dengan sistem tersebut motor dapat melakukan perpindahan kecepatan secara full otomatis sesuai dengan putaran mesin.

Cara Kerja CVT

Bila mesin berputar pada putaran rendah, daya putar dari poros engkol diteruskan ke pulley depan  menuju v-belt menuju pulley belakang dan kopling centrifugal. Apabila tenaga putar belum mencukupi, kopling centrifugal tidak akan mengembang. Tidak mengembangnya dikarenakan gaya tarik per pada kopling masih lebih kuat dari gaya centrifugal.

Pada saat putaran mesin bertambah, maka gaya centrifugal akan bertambah kuat dibandingkan dengan tarikan per yang sehingga mengakibatkan sepatu kopling mulai menyentuh rumah kopling dan mulai terjadi tenaga gesek.

Pada kondisi ini, v-belt dibagian pulley depan pada posisi diameter dalam “kecil” dan dibagian pulley belakang pada posisi luar “besar” sehingga menghasilkan putaran / torsi yang besar menyebabkan roda belakang mudah berputar.

Pada putaran tinggi, jika putaran mesin lebih tinggi lagi dibandingkan putaran menengah maka gaya keluar pusat dari pemberat semakin bertambah. Sehingga semakin menekan v-belt ke bagian sisi luar dari pulley primary “diameter membesar” dan diameter pulley secondary semakin mengecil.

Perbedaan CVT dan Transmisi Otomatis konvensional

Transmisi otomatis versi konvensional sistem perpindahan gigi menggunakan planetary gear set. Sementara untuk transmisi CVT, proses perpindahan tersebut dihasilkan dari perubahan diameter sepasang pulley atau dikenal dengan drive dan driven pulley yang mengikuti putaran mesin.

Untuk transmisi otomatis konvensional sistematikanya menggunakan torque converter yang berguna sebagai pengganti perangkat kopling pada transmisi manual.

Namun, kekurangan dari system otomatis konvensional adalah, engine brake harus dibarengi dengan perpindahan model transmisi, hentakan perpindahan transmisi cukup terasa, konsumsi BBM tidak seirit mobil transmisi CVT.

Kelebihan dan kekurangan Sistem CVT

Adapun sistem trasnmisi CVT ini memiliku kelebihan, diantaranya:

  • Irit BBM karena putaran mesin tetap rendah walaupun di kecepatan tinggi
  • Perpindahan gigi yang cukup halus
  • Memiliki kemampuan engine brake yang lebih besar
Selain itu CVT sendiri juga memiliki kekurangan, seperti:
  • Akselerasi di kecepatan rendah kurang terasa
  • Penggantian oli transmisi CVT harus dilakukan secara berkala
  • Sedikit kurang bertenaga ketika melewati medan yang berat

You May Also Like

0 komentar