Vettel di Antara Pelajaran di China & Memori Buruk di Turki

by - 1:22 AM


Usai GP China balapan F1 kini akan bertolak ke Eropa dengan GP Turki menjadi persinggahan pertama. Untuk juara bertahan Sebastian Vettel, ini akan memberikan tantangan ganda.

Dominasi Vettel musim ini akhirnya pupus pada seri ketiga di China, Minggu (17/4/2011). Kalau pada dua seri sebelumnya si driver Red Bull setia naik podium teratas, kali ini ia harus merelakannya dipijak Lewis Hamilton dari McLaren.

Hasil itu tidak lepas dari strategi dua pitstop yang digunakan Red Bull, yang mana dipilih di tengah-tengah balapan. Berkat strategi itu, Vettel memang mampu mengejar ketinggalan dari lawan tetapi juga berjuang keras mempertahankan posisi akibat gerusan kondisi ban.

"Kami mungkin mencoba terlalu keras dengan menggunakan dua stop. Tidak ada gunanya (berusaha terlampau keras), aku mencoba bertahan sebisa mungkin tanpa kehilangan banyak waktu," aku Vettel di Autosport.

Untungnya dalam kondisi itu Vettel dan RB7 yang ia kendarai masih cukup tangguh untuk bisa finis di posisi dua. Poin berharga pun dikoleksi si pemuda Jerman yang kini sudah punya 68 angka hasil dari tiga seri balapan.

Vettel sendiri tidak bisa bersantai. Meski masih memimpin klasemen, ia masih diburu oleh duo McLaren, Hamilton dan Jenson Button. Hamilton menguntit dengan selisih 21 poin sedangkan Button tertinggal 30 angka.

F1 kini meninggalkan benua Asia untuk bertolak ke benua Eropa. GP Turki pada 8 Mei akan menjadi balapan pertama, dengan Vettel dan Red Bull bakal teringat catatan buruk musim lalu.

30 Mei 2010 di Istanbul. Setelah mendominasi di beberapa balapan terakhir, Red Bull remuk redam di GP Turki setelah kedua pembalapnya bertabrakan satu sama lain dengan Vettel langsung out sementara Webber mampu pulih dan finis ketiga. Yang mengambil keuntungan dari hal itu adalah McLaren, yang dua pembalapnya kini juga sedang membuntuti Vettel.

Dengan demikian tantangan berat kini menanti Vettel. Bukan cuma untuk kembali naik ke podium teratas tetapi juga memupus kisah terakhirnya di Turki.

Entah bagaimana laju Vettel di Turki nanti. Satu hal yang pasti, Vettel mengaku sudah memetik pelajaran penting dari ketidakmampuannya jadi juara di GP China.

"Hari ini kami banyak belajar. Aku satu-satunya pembalap dengan dua stop di sini (podium) jadi sudah pasti ada banyak hal yang mesti dibahas," tegas Vettel.

Balapan F1 selanjutnya akan dihelat di Istanbul pada 8 Mei 2011 mendatang. Tahun lalu balapan itu dimenangi oleh Hamilton sementara Button, saat masih membela Brawn GP, berjaya satu tahun sebelumnya.

Tercatat baru ada nama Felipe Massa yang berhasil mencatatkan kemenangan lebih dari satu di sana. Pembalap Ferrari itu secara beruntun tiga kali jadi jawara di antara tahun 2006 sampai 2008. Balapan di sini sendiri dimulai pada tahun 2005 dengan Kimi Raikkonen jadi juara perdana.

You May Also Like

0 komentar